StatIn Essai Pert. 6 Regresi 1: Prasyarat Analisis, Analisis
Regresi Tunggal
Hidayatullah Hana Putra (210321868030)
Pengertian Regresi linier Sederhana
Salah satu alat yang dapat digunakan
dalam memprediksi permintaan dimana yang akan datang dengan berdasarkan data
masa lalu, atau untuk mengetahui pengaruh suatu variable bebas (independent) terhadap satu variable
terikat (dependent) adalah
menggunakan regresi linear (Siregar, 2015). Regresi digunakan sebagai alat ukur
untuk mengukur ada atau tidak korelasi antar variable/ Analisis regresi adalah
sebuah teknik statistic untuk membuat model dan menyelidiki hubungan Antara dua
atau lebih varibel yang dimaksud. Regresi mengukur seberapa besar suatu
variabel memppengaruhi variabel yang lain sehingga dapat digunakan untuk
melalukakn peramalan nilai suatu variabel berdasarkan variabel lain. Regresi
Linier dibagi menjadi dua kategori sebagai berikut:
1.
regresi linier sedehana (tunggal)
2.
regresi linier berganda.
Variabel
dependent pada regresi linier disebut juga sebagai respons atau criterion,
sedangkan variabel independent dikenal sebagai predikto atau regresor. Kovariat
adalah variabel independent yang berkorelasi dengan predictor lainnya, juga
mempengaruhi respons. Kovariat umumnya tidak diminati hubungannya dengan
respons dan hanya digunakan untuk pengendalian hubungan predictorrespons dalam
model.
Model kelayakan regresi linier
didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
1. Model regresi dikatakan layak jika
angka signifikansi pada ANOVA sebesar < 0,05.
2. Prediktor yang digunakan sebagai
variabel bebas harus layak. Kelayakan ini diketa hui jika angka Standard Error
of Estimate < Standard Deviation.
3. Koefesien regresi harus signifikan.
Pengujian dilakukan dengan Uji t. Koefesien regresi signifikan jika thitung
> ttabel (nilai kritis).
4. Tidak boleh terjadi
multikolinieritas, artinya tidak boleh terjadi korelasi yang sangat tinggi atau
sangat rendah antar variabel bebas. Syarat ini hanya berlaku untuk regresi
linier berganda dengan variabel bebas lebih dari satu.
5. Tidak terjadi otokorelasi. Terjadi
otokorelasi jika angka Durbin dan Watson (DB) sebesar < 1 dan > 3.
6. Keselerasan model regresi dapat
diterangkan dengan menggunakan nilai rm2 semakin besar nilai tersebut maka
model semakin baik. Jika nilai mendekati 1 maka model regresi semakin baik.
Nilai rm2 mempunyai karakteristik diantaranya:
Ø
Selalu positif
Ø
Nilai rm2 maksimal sebesar 1. Jika Nilai r2
sebesar 1 akan mempunyai arti kesesuaian yang sempurna. Maksudnya seluruh
variasi dalam variabel Y dapat diterangkan oleh model regresi. Sebaliknya jika
rm2 sama dengan 0, maka tidak ada hubungan linier antara X dan Y.
7. Terdapat hubungan linier antara
variabel bebas (X) dan variabel tergantung (Y).
8. Data harus berdistribusi normal.
9. Data berskala interval atau rasio.
10. Kedua variabel bersifat dependen,
artinya satu variabel merupakan variabel bebas (disebut juga sebagai variabel
prediktor) sedang variabel lainnya variabel tergantung (disebut juga sebagai
variabel response) (Arnita, 2013: Hal: 143-144).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar