Senin, 18 Oktober 2021

 

Essai Metode Penelitian Kuantitatif (Topik 7) Cek data Validitas, Reabilitas, dan asumsi

Hidayatullah Hana Putra

210321868030

 

VALIDITAS

Validitas atau kesahihan berasal dari kata validity yang berarti sejauh mana ketetapan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dengan kata lain, validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana instrument pengumpulan data telah telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Reabilitas yang berasal dari kata reliability berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. . Uji reabilitas menunjukkan bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat mengumpulkan data karena instrumen tersebut sudah dianggap baik dan dapat digunakan dalam pengambilan data penelitian.

Dalam pengujian instrument terdapat dua jenis validitas, secara umum terbagi menjadi dua yaitu validitas secara rasional dan validitas secara empiris.

1.    Validitas rasional memiliki nama lain, yaitu validitas logis, validitas ideal dan validitas das sollen. Validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil pemikiran, validitas yang diperoleh dengan berpikir secara logis. Untuk dapat menentukan apakah instrument itu memang memiliki validitas rasional atau belum, dapat dilakukan penelusuran dari dua segi, yaitu dari segi isi (validitas isi) dan dari segi susunan (validitas konstruk).

2.    Validitas Empirik atau validitas kriteria suatu instrument ditentukan berdasarkan data hasil ukur instrument yang bersangkutan, baik melalui uji coba maupun melalui tes atau pengukuran yang sesungguhnya. Validitas empiric diartika sebagai validitas yang ditentukan kriteria, baik kriteria internal maupun kriteria eksternal. Untuk dapat menentukan apakah instrument itu memang memiliki validitas empiric atau belum, dapat dilakukan penelusuran dari dua segi, yaitu dari segi daya kecepatan meramal (predictive validity) dan segi daya ketepatan banding (concurrent validity).

REABILITAS

Pengertian reliabilitas menunjuk pada ketetapan (konsistensi) dari nilai yang diperoleh sekelompok individu dalam kesempatan yang berbeda dengan test yang sama ataupun yang itemnya ekuivalen. Konsep reliabilitas mendasari kesalahan ukur yang mungkin terjadi pada nilai tunggal tertentu, sehingga susunan dari kelompok mungkin berubah. Reliabel lebih mudah dimengerti, dengan memperhatikan tiga aspek dari suatu alat ukur, yaitu : kemantapan, ketepatan, dan homogenitas.

Contoh, umpamanya kita menimbang badan kita pada suatu timbangan dan jarum menunjukan angka 59. Tak lama kemudian kita coba timbangan itu, ternyata menunjuk angka 63. Kita katakan bahwa terjadi kesalahan pengukuran , timbangan tersebut tidak reabel. Bila kita ingin mengetahui ketetapan dari alat pengukur pada sekelompok individu yang berbeda dari populasi tersebut, maka kita berbicara tentang kemungkinan kesalahan pengukuran sampel (sampling error).

Faktor Yang Mempengaruhi Reliabilitas

1.    Banyaknya Butir Soal: Banyaknya soal pada instrumen ikut mempengaruhi derajat reliabilitas, sebagaimana dinyatakan dalam rumus Spearman, Brown.

2.    Range skor total : Makin besar range skor total, alat ukur makin reliabel, karena menunjukkan bahwa subyek uji coba heterogen.

3.    Homogenitas item: Soal yang memili homogenitas tinggi cenderung mengarah kepada tingginya tingkat reliabilitas. Dua buah tes yang sama jumlah butir-butirnya akan tetapi berbeda isinya, misal yang satu mengukur pengetahuan kebahasaan dan yang lainnya mengukur kemampuan kimia, akan menghasilkan tingkat reliabilitas yang berbeda. Tes kimia cenderung menghasilkan tingkat reliabilitas yang lebih tinggi daripada tes kebahasaan karena segi isi kemampuan menyelesaikan soal kimia lebih homogen daripada pengetahuan kebahasaan. Makin homogen aitem, makin reliabel.

4.    Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tes: Semakin terbatasnya waktu dalam pengerjaan tes, maka akan mendorong tes cenderung memiliki reliabilitas yang tinggi.

5.    Keseragaman kondisi pada saat tes diberikan: Kondisi pelaksanaan tes semakin seragam akan memunculkan reliabilitas yang makin tinggi.

6.    Kecocokan tingkat kesukaran terhadap peserta tes: Bahwa soal-soal dengan tingkat kesukaran sedang, cenderung lebih reliable dibandingkan dengan soal-soal yang sangat sukar maupun sangat mudah. Tingkat kesulitan butir soal, butir yang terlalu mudah atau terlalu sulit, reliabilitas rendah. Tingkat kesulitan yang baik berkisar 0.25 s/d 0.75.

7.    Heteroginitas kelompok : Bahwa semakin heterogen kelompok dalam pengerjaan tes, maka tes tersebut semakin cenderung untuk menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi.

8.    Variabilitas skor : Instrumen yang menghasilkan rentangan skor yang

 

Dalam penelitian, asumsi/anggapan dasar sangat diperlukan untuk dirumuskan secara jelas sebelum melangkah mengumpulkan data. Hal-hal yang mendasari pentingnya peneliti membuat asumsi yaitu:

1)      Asumsi menjadi dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang diteliti.

2)      Asumsi mempertegas variable yang menjadi fokus penelitian.

3)      Asumsi membantu dalam menentukan dan merumuskan hipotesis.

 

Asumsi merupakan suatu keadaan yang dengan sengaja dimuculkan oleh peneliti sebagai bentuk penyederhanaan kenyataan yang begitu kompleks. Dengan kata lain, asumsi juga bisa disebut sebagai aturan praktis. Asumsi juga dapat diartikan sebagai suatu landasan berpikir yang dianggap benar walaupun hanya untuk sementara. Hal ini dikarenakan asumsi bukanlah suatu kepastian.

Asumsi sangat diperlukan dalam penelitian sebagai batas jangkauan penelitian. Dalam menyusun hipotesis, diperlukan asumsi bahwa ada perbedaan antara parameter populasi yang diwakili oleh sampel, misalnya peneliti mungkin memprediksi bahwa populasi A yang diwakili oleh sampel A akan memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi pada Tes Keterampilan Dasar daripada populasi B yang diwakili oleh sampel B. Untuk menentukan hipotesis, peneliti perlu memberikan asumsi bahwa hal tersebut benar pada dasar teori atau temuan penelitian penelitian sebelumnya.

Kemudian dalam uji stattistk parametrik dibuat beberapa asumsi tentang nilai populasi yang diwakili oleh sampel yang digunakan dalam suatu penelitian. Salah satu asumsi utama yang digunakan adalah bahwa nilai populasi pada ukuran yang digunakan dalam studi penelitian berdistribusi normal. Asumsi lainnya adalah bahwa varians nilai dalam populasi yang dibandingkan adalah sama. Peneliti biasanya menggunakan tes parametrik jika asumsi ini tidak dilanggar. Namun, jka asumsi ini dlanggar, maka peneliti menggunakan unji statistik nonparametrik. Dalam penelitian dengan metode kombinasi pun, asumsi dasar yang digunakan dalam kedua metode kuantitatif dan kualitatif memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masalah dan pertanyaan penelitian daripada masing-masing metode itu sendiri.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MPK 14 Mancova

  Essai Mancova (Pert. 14 Metpen Kuan) Hidayatullah Hana Putra 210321868030   Analysis of Variance (ANOVA) merupakan metode untuk me...