Minggu, 10 Oktober 2021

 

Metpen Kuan: Essai Kel. 4 Berbagai Desain Eksperimen (Topik 6)

Hidayatullah Hana Putra (210321868030)

 

 

A.  Desain Penelitian True Eksperimen

True Eksperimen terdiri dari desain eksperimental yang paling ketat dan kuat karena menyamakan kelompok melalui penugasan acak. Dalam true eksperimen, peneliti secara acak menugaskan peserta ke kondisi yang berbeda dari variabel eksperimental. Individu dalam kelompok eksperimen menerima eksperimen perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak. Setelah penyidik melakukan pengambilan data, mereka mengumpulkan rata-rata skor pada posttest. Ketika eksperimen mengumpulkan skor pretest, mereka dapat membandingkan skor bersih (perbedaan antara sebelum dan sesudah tes) (Creswell: 2012).

Karakteristik Desain Penelitian True Eksperimen

a.    Kondisi-kondisi yang ada di sekitar atau yang diperkirakan mempengaruhi subjek yang digunakan untuk eksperimen “seyogianya dibuang (dijauhkan)” sehingga apabila perlakuan selesai dan ternyata ada perbedaan antara hasil pada kelompok ekperimen dan kelompok pembanding, perbedaan hasil ini merupakan akibat adanya perlakuan.

b.    Ada kelompok yang tidak diberi perlakuan yang difungsikan sebagai pembanding bagi kelompok yang diberi perlakuan. Pada akhir ekperimen, hasil pada kedua kelompok dibandingkan. Perbedaan hasil merupakan efek dari pemberian perlakuan kepada kelompok eksperimen.

c.    Sebelum dilaksanakan eksperimen, diusahakan kondisi kedua kelompok sama sehingga paparan tentang hasil akhir dapat betul-betul merupakan hasil ada dan tidaknya perlakuan.

d.    Apabila penelitian eksperimen dilakukan terhadap orang, diharapkan agar anggota kelompok eksperimen maupun kelompok pembanding tidak terpengaruh akan status mereka sehingga hasil ekperimen tidak terkena Hawthorne effect dan John Herry Effect (efek sampingan yang disebabkan anggota kelompok tergantung [pembanding] menyadari statusnya sehingga ada upaya ekstra dari mereka untuk menyamai hasil kelompok eksperimen dan hasil akhir tidak semurni yang diharapkan)

Kelebihan desain penelitian true eksperimen antara lain:  

a.       Merupakan metode terbaik untuk menemukan efek kausal dari suatu tindakan.

b.      Memiliki kemampuan kontrol yang tinggi akan lingkungan.

c.       Pemilihan acak terhadap subyek yang luas.

d.      Waktu yang tersedia cukup untuk memberikan teratmen.

e.       Kondisi kelompok eksperimen dan pembanding berada pada kondisi dan keadaan yang sama.

B.  Desain Penelitian Eksperimen

Penelitian kuantitatif berfokus pada objektivitas ada kebenaran di luar sana dan mengkuantifikasi fenomena yang sedang diselidiki, menetapkan angka pada ide atau konstruksi yang menarik (Schreiber & Asner-Self, 2011). Ada dua kategori metodologi kuantitatif: eksperimental dan noneksperimental/deskriptif. Pada praktiknya menekankan hasil, verifikasi eksperimental, pengujian hipotesis dan generalisasi temuan dari sampel ke populasi.

Karakteristik Quasi-Experimental Design.

Dalam pendidikan, banyak situasi eksperimental terjadi di mana peneliti perlu menggunakan kelompok utuh. Hal ini mungkin terjadi karena ketersediaan peserta atau karena pengaturan melarang pembentukan kelompok buatan (Creswell, 2015).

Quasi experimental design atau desain eksperimen semu adalah rancangan penelitian eksperimen semi true experimental design di mana subjek penelitiannya tidak diambil secara acak (Creswell, 2014; Schreiber & Asner-Self, 2011). True experimental design (desain eksperimen murni) merupakan rancangan penelitian yang digunakan untuk mengungkap hubungan sebab-akibat. Bedanya dengan eksperimen semu adalah subjek penelitian pada eksperimen murni diambil secara acak. Mereka adalah desain eksperimental karena terdapat variabel yang dimanipulasi.

C.  Faktorial Design

Faktorial Desain merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan memperlihatkan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen). Paradigma design faktorial dapat digambarkan seperti berikut: 

R           O1         X          Y1     O2

 

R          O3                      Y1      O4

 

R          O5         X           Y2     O6

 

R          O7                      Y2       O8

Macam – macam Desain Faktorial

1.        Desain factor 2x4 yang maksudkan dalam penelitian ini adalah dua model layanan bimbingan yaitu layanan bimbingan dengan menggunakan model pembelajaran piramid dan layanan bimbingan konvensial dengan empat model pola pengasuhan orang tua yaitu outhotitarian, aouhotitative, permissive indulgent dan permissive indifferent.

2.        Desain 2x3 yang dimaksudkan yaitu dua model bimbingan layanan dengan menggunakan model pembelajaran piramid dan layanan bimbingan konvensial dengan tiga kategori sosio ekonomi yaitu keluarga sejahtera II, keluarga sejahtera III dan keluarga sejahtera III plus.

Percobaan Factorial

percobaan faktorial adalah percobaan yang perlakuannya terdiri atas semua kemungkinan kombinasi taraf atau level dari beberapa faktor. Kombinasi-kombinasi taraf-taraf faktor inilah yang disebut sebagai faktorial. Faktor yaitu sejenis perlakuan, dan didalam percobaan faktorial, setiap faktor mempunyai beberapa perlakuan. Misalnya: bila suhu pada suatu pemanasan dilakukan dalam beberapa suhu, suhu-suhu tertentu inilah yang disebut sebagai taraf/ level. Jadi taraf atau level adalah banyaknya atau keadaan tertentu dari suatu faktor.

Tujuan pecobaan faktorial

Tujuan dari percobaan faktorial adalah untuk melihat interaksi antara  faktor yang kita cobakan. Adakalanya kedua faktor saling sinergi terhadap respon (positif). Namun adakalanya juga keberadaan suatu faktor justru menghambat kinerja faktor lain (negative). Adanya kedua mekanisme tersebut cenderung meningkatkan pengaruh interaksi antar ke dua faktor. Pengaruh interaksi adalah kegagalan level faktor yang satu terhadap level faktor yang lain untuk memberikan respon hasil yang sama. Pengaruh interaksi juga dapat dikatakan sebagai perbedaan (selisih) respon dari suatu faktor terhadap level faktor yang lain.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan menggunakan analisis ini adalah :

1.        Semua unit percobaan digunakan dalam mengevaluasi efek dari masing-masing faktor.

2.        Interaksi antar faktor dapat diduga sehingga dapat diketahui apakah faktor bekerja sendiri atau memiliki interasi dengan faktor lainnya.

3.        Ruang lingkup pengambilan kesimpulan lebih luas.

Kerugian menggunakan analisis ini adalah :

1.        Analisis statistika menjadi lebih kompleks dan panjang.

2.        Makin banyak faktor yang diteliti. kombinasi perlakuan semakin meningkat pula. sehingga ukuran percobaan semakin besar dan akan mengakibatkan ketelitiannya semakin berkurang.

3.        Terdapat kesulitan dalam menyediakan satuan percobaan yang relatif homogen.

4.        Interaksi lebih dari 2 faktor agak sulit untuk menginterpretasikannya.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MPK 14 Mancova

  Essai Mancova (Pert. 14 Metpen Kuan) Hidayatullah Hana Putra 210321868030   Analysis of Variance (ANOVA) merupakan metode untuk me...