Sabtu, 18 September 2021

 Tugas StatIn Essai Kelompok 2

ESSAI UJI VALIDITAS DAN REABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN

Oleh: Hidayatullah Hana Putra

Nim: 210321868030

 

Validitas secara makna berarti kebermaknaan (meaningfull), kemanfaatan (usefulness) dan ketepatan (appropriateness) (Kusaeri dan Suprananto 2012). Manfaat dan ketepatan suatu instrumen yang digunakan dapat diamati berdasarkan validitasnya. Menurut Azwar (1987) validitas adalah tingkat ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur (tes) dalam melakukan fungsi ukurnya. Fungsi ukur menjadi dasar penentuan validitas suatu instrumen. Fungsi ukur yang dimaksud disini adalah sejauh mana instrumen tersebut mampu pengukur apa yang kita ingin. Sejalan dengan pendapat diatas Suryabrata (2000) menyatakan bahwa validitas merupakan tingkatan fungsi pengukuran atau kecermatan ukur suatu tes yang menggambarkan apakah tes tersebut benar-benar mengukur apa yang ingin diukur.

Validitas merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh suatu instrumen agar dapat digunakan dalam penelitian. Instrumen yang baik tentunya memilki validitas yang tinggi. Validitas secara umum terbagi menjadi dua yaitu validitas internal (logis) dan validitas eksternal (empiris). Menurut Sugiyono (2011) bila kriteria yang ada dalam instrumen secara rasional, mampu mencerminkan objek apa yang diukur maka instrumen tersebut dikatakan mempunyai validitas internal (logis), sedangkan validitas eksternal (empiris) menyatakan bahwa suatu instrumen dapat digunakan pada sampel lain sehingga kesimpulan dapat digeneralisasi.

Macam-macam uji validitas: 1. Validitas Internal (logis) Validitas internal adalah validitas yang berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen untuk menggambarkan objek penelitian secara logis dan masuk akal. Cohen, dkk (2007) berpendapat bahwa hasil yang didapatkan harus menggambarkan fenomena secara akurat. Validitas isi (content validity) sering pula dinamakan validitas kurikulum yang mengandung arti bahwa suatu alat ukur dipandang valid apabila sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur (Syarif & Syamsurizal, 2019). Validitas isi disusun berdasarkan kedalaman dan keluasan materi yang ingin diukur. Menurut Sugiyono (2011) instrumen yang harus mempunyai validitas isi (content validity) adalah instrumen dengan bentuk tes yang sering digunakan untuk mengukur prestasi belajar dan mengukur efektivitas pelaksanaan program dan tujuan. Validitas Konstruksi (Construct Validity) mengandung arti bahwa suatu alat ukur (dikatakan valid apabila telah cocok dengan konstruksi teoritik dimana tes itu dibuat. Validitas konstruksi menekankan pada sejauh mana suatu instrumen penelitian mengukur konsep dari suatu teori yang menjadi dasar penyusunan instrumen. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila soal-soalnya mengukur setiap aspek berpikir seperti yang diuraikan dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator yang terdapat dalam kurikulum. 2. Validitas Eksternal (empiris) Empiris berarti pengalaman artinya validitas empiris merupakan validitas yang didasari pengalaman. Sebuah instrumen dapat dikatakan validitas secara empiris (validitas eksternal) jika instrumen sudah diuji dari pengalaman yang telah dilewati. Validitas eksternal merujuk pada data yang dihasilkan oleh suatu instrumen sesuai dengan informasi atau keterangan dari sumber lain yang terkait dengan variabel penelitian yang dimaksud. Validitas prediksi (predictive validity) merupakan ketepatan suatu instrumen dalam meramalkan atau memprediksi sesuatu untuk masa datang, atau merupakan tingkat kesesuaian antara hasil pengukuran dan kinerjanya di masa yang akan datang dalam aspek yang diukur. Validitas Bersamaan (Concurrent Validity) Sebuah tes dikatakan memiliki validitas empiris jika hasilnya sesuai dengan pengalaman. Jika ada istilah “sesuai” tentu ada dua hal yang dipasangkan. Validitas ini ditentukan dengan membangun analisis hubungan (korelasi).

Reliabilitas merujuk pada ketepatan pengukuran. Creswell (2012) menyatakan reliabilitas artinya skor dari suatu instrumen harus stabil dan konsisten. Sedangkan menurut Sugiyono (2018), suatu instrumen dikatakan reliabel jika instrumen yang bila digunakan beberapa kali di waktu yang berbeda untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan skor yang sama. Oleh karena itu, uji reliabilitas merupakan uji yang dilakukan untuk mengukur konsistensi suatu alat ukur, agar dapat mengetahui sejauh mana alat ukur tersebut dapat diandalkan dan dapat menghasilkan data yang konsisten bila digunakan berulang. Reliabilitas merupakan syarat yang perlu tetapi tidak memadai untuk menentukan validitas instrumen. Instrumen yang valid umumnya pasti reliabel, namun instrumen yang reliabel belum tentu validitasnya (Sugiyono, 2018). Reliabilitas terkait pula dengan kesalahan pengukuran. Reliabilitas tinggi menunjukkan kesalahan yang kecil dalam memeroleh hasil pengukuran. Semakin besar reabilitas suatu instrumen, maka semakin kecil kesalahan pengukuran.

Tinggi rendahnya reliabilitas dinyatakan dalam suatu nilai yang disebut koefisien reliabilitas. Reliabilitas I suatu tes pada umumnya diungkapkan secara numerik dalam bentuk koefisien yang besarnya -1,00 £ r £ +1,00. Koefisien tinggi menunjukkan reliabilitas tes tinggi. Sebaliknya, jika koefisien suatu skor rendah maka reliabilitas tes rendah. Jika suatu reliabilitas sempurna, berarti koefisien reliabilitas tersebut +1,00. Harapannya, koefisien reliabilitas bersifat positif. Adapun angka interpretasi koefisien reliabilitas menurut Sugiyono (2018) dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut ini.

Table

Description automatically generated
 

 

 

 

 

 

 


Sugiyono (2018) menyatakan pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan dua cara baik pengujian eksternal maupun pengujian internal.

 

1.      Uji Eksternal

a.       Test-Retest

Test-retest adalah pengujian reliabilitas yang diperoleh melalui pemberian tes yang sama dua kali selama periode waktu tetentu kepada sekelompok individu. Dalam hal ini instrumennya sama, responden sama, tetapi waktu berbeda. Skor hasil uji pertama dan hasil uji kedua dapat dikorelasikan untuk mengevaluasi uji stabilitas.

b.      Ekuivalen / Parallel forms / Alternate forms

Ekuivalen adalah pengujian reliabilitas yang diperoleh melalui pemberian instrumen tes yang isi pertanyaan secara kata-kata berbeda namun memiliki maksud yang sama. Jadi dalam hal ini ada dua soal yang paralel, artinya masing-masing soal disusun tersendiri, tingkat kesukaran sama, jumlah butir soal sama, isi dan bentuk sama, waktu serta petunjuk menyelesaikan soal juga sama.

c.       Gabungan

Pengujian reliabilitas dengan cara ini dilakukan dengan menggunakan gabungan kedua cara di atas. Artinya dua instrumen yang ekuivalen diberikan beberapa kali ke responden yang sama. Reliabilitas instrumen dilakukan dengan mengkorelasikan kedua instrumen, lalu dikorelasikan pada pengujian kedua, dan selanjutnya dikorelasikan secara silang. Hasilnya akan diperoleh enam buah koefisien korelasi.

Graphical user interface, diagram

Description automatically generated

 

2.      Uji Internal

Pandangan reliabilitas sebagi konsistensi internal adalalah suatu instrumen dikatakan reliabel apabila hasil pengukuran pada butir-butir secara internal hasilnya stabil dan konsisten. Menurut Basuki (2014) metode pengujian reliabilitas instrumen dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan banyaknya butir soal yaitu 1) jumlah butir genap, dan 2) jumlah butir ganjil. Jika jumlah butir genap, metode pengujian reliabilitas dengan metode belah dua (split half method) pada butir soal dengan jumlah yang sama banyak. Pembagian butir dapat dilakukan menggunakan nomor butir ganjil-genap atau nomor butir awal-akhir. Metode pengujian dapat dilakukan dengan teknik dari Spearman Brown, Flanagan dan Rulon. Jika jumlah butir soalnya ganjil maka tidak bisa di belah menjadi dua bagian. Oleh karena itu, digunakan teknik Kuder Richardson, Anova Hoyt atau Alfa Cronbach.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi Uji Reabilitas adalah: Jumlah tes dalam instrument, konstruksi tes, sifat responden, kondisi pengujian, kebetulan dan kesalahan saat menebak, instruksi tes dan tes yang terlalu mudah dan terlalu sulit.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MPK 14 Mancova

  Essai Mancova (Pert. 14 Metpen Kuan) Hidayatullah Hana Putra 210321868030   Analysis of Variance (ANOVA) merupakan metode untuk me...