Metode
Penelitian Kuantitatif Kel. 6 Pengumpulan Data
Hidayatullah
Hana Putra
210321868030
PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data adalah proses
mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik untuk untuk selanjutnya
dilakukan pengujian hipotesis dalam rangka menjelaskan suatu fenomena.
Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa metode pengumpulan data terdiri
dari berbagai macam bentuk, di mana setiap metode tersebut membutuhkan
instrumen sebagai alat bantu mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan
salah satu tahapan terpenting dalam melakukan suatu penelitian.
Instrumen merupakan alat bantu bagi
peneliti dalam menggunakan metode atau pengumpulan data. Pemilihan satu jenis
metode atau pengumpulan data kadang[1]kadang
dapat memerlukan lebih dari satu jenis instrumen. Sebaliknya satu jenis
instrumen dapat digunakan untuk berbagai macam metode.
Pengumpulan Data Melalui Wawancara
Beberapa hal yang dapat membedakan wawancara dengan percakapan
sehari-hari antara lain:
1.
Pewawancara dan orang yang diwawancarai biasanya tidak mengetahui
sebelumnya.
2.
Responden selalu menjawab pertanyaan.
3.
Pewawancara selalu bertanya.
4.
Pewawancara tidak akan mengarahkan pertanyaan untuk dijawab, tetapi
harus selalu netral.
5.
Pertanyaan yang diajukan mengikuti pedoman yang dibuat sebelumnya.
6.
Pertanyaan kunci ini disebut pedoman wawancara. Ketika peneliti
ingin melakukan penelitian pendahuluan untuk menemukan masalah yang perlu
diselidiki, peneliti menggunakan wawancara untuk mengumpulkan data.
Selain itu, wawancara juga digunakan ketika peneliti ingin
mempelajari sesuatu dari orang yang diwawancarai lebih mendalam dan jumlah
orang yang diwawancarai sedikit. Untuk melakukan wawancara, asumsi harus atau
harus dibuat, yaitu:
1. Penguji atau orang yang diwawancarai
adalah orang yang paling mengenalnya.
2. Apa yang dikatakan subjek kepada
peneliti adalah faktanya.
3. Interpretasi subjek terhadap
pertanyaan yang diajukan peneliti sama dengan maksud peneliti.
Untuk memperoleh hasil yang optimal,
wawancara sebaiknya dilakukan 5 dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Penentuan Informan
2. Pedoman Wawancara
3. Alat Bantu
Pengumpulan Data Melalui Observasi
Observasi merupakan salah satu
metode pengumpulan data dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Nawawi dan Martini
telah menunjukkan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara
sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak pada gejala atau gejala yang tampak
pada subjek penelitian. Pengamatan ini dicatat dalam laporan yang dibangun
sesuai dengan sistem aturan yang berlaku. Sedangkan menurut Profesor Heru,
observasi adalah sejenis penelitian yang dilakukan secara sadar dan sistematis,
bertujuan untuk tujuan tertentu, dengan mengamati dan mencatat fenomena yang
terjadi pada sekelompok orang, dan mengacu pada syarat dan kaidah ilmiah riset.
Pengamatan memiliki dua prioritas
indera, yaitu telinga dan mata. Kedua indra harus sangat sehat. Saat mengamati,
mata memiliki keunggulan dibandingkan telinga. Mata ini memiliki kelemahan yang
membuatnya mudah lelah. Untuk mengatasi kelemahan biologis tersebut, perlu
dilakukan hal-hal
1.
Dengan menggunakan kesempatan yang lebih banyak untuk melihat
data-data.
2.
Dengan menggunakan orang lain untuk turut sebagai pengamat
(observers).
3.
Dengan mengambil data-data sejenis lebih banyak.
Usaha-usaha untuk mengatasi
kelemahan yang bersifat psikologis, yaitu :
1.
Dengan meningkatkan daya penyesuaian (adaptasi).
2.
Dengan membiasakan diri.
3.
Dengan rasa ingin tahu.
4.
Dengan mengurangi prasangka.
5.
Dengan memiliki proyeksi.
Pengumpulan Data Melalui Tes
Pengumpulan data melalui tes
dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui atau mengukur
keterampilan atau kemampuan seorang individu. Tes merupakan seperangkat
rangsangan (stimulus) yang dapat berupa instrumen yang diberikan kepada
seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar
penetapan skor angka. Tes umumnya digunakan pada penelitian kuanitiatif untuk
mengukur sikap, persepsi diri, bakat, dan kemampuan seseorang. Tes dapat berupa
tes lisan dan tes tertulis (esai, objektif benar salah, uraian, pilihan ganda,
dan lain sebagainya). Tes adalah seperangkat rangsangan (stimulus) yang dapat
berupa instrumen yang diberikan untuk mengukur sikap, persepsi diri, bakat, dan
kemampuan seseorang.
Pengumpulan Data Melalui Kuesioner
Kuesioner sejatinya merupakan
instrumen penelitian yang terdiri atas seperangkat atau beberapa pertanyaan
maupun petunjuk yang ditujukan kepada individu dalam rangka memperoleh dan
mengumpulkan informasi dari individu tersebut (Abawi, 2017). Kuesioner
dipandang sebagai instrumen pengumpulan data yang biasanya digunakan peneliti
untuk memperoleh informasi sikap, nilai, persepsi, kepribadian, dan perilaku
seorang individu. Kuesioner memungkinkan pengumpulan data secara subyektif dan
obyektif secara dari populasi penelitian agar diperoleh hasil yang signifikan
secara statistik, khususnya ketika sumber daya peneliti bersifat terbatas.
Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendesain dan membuat
kuesioner ialah:
1.
Menentukan tujuan penelitian Kuesioner harus memungkinkan peneliti
untuk mengumpulkan data secara lengkap dan akurat. Hal ini dimaksudkan agar
data yang telah diperoleh tersebut dapat dipercaya. Kuesioner yang dirancang
dengan baik harus memenuhi tujuan penelitian serta meminimalkan pertanyaan yang
tidak terjawab.
2.
Tentukan target responden dan metode untuk menghubungi mereka.
Peneliti harus mendefinisikan target
dengan jelas serta memahami secara menyeluruh studi populasi dari mana dia
mengumpulkan data dan informasi. Metode utama untuk menjangkau responden adalah
dengan kontak pribadi
3.
Mendesain kuesioner Sebelum menulis kuesioner, peneliti harus
memutuskan isi kuesioner. Setiap pertanyaan harus berkontribusi untuk menguji
satu atau lebih hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ditetapkan dalam
desain penelitian. Pertanyaan bisa berupa pertanyaan format terbuka yang tidak
memiliki kumpulan pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya aupun pertanyaan
format terutup yang biasanya berbentuk pilihan ganda. Beberapa hal yang harus
diperhatikan ketika mendesain kuesioner ialah: a) Kejelasan (pertanyaan
memiliki arti yang sama untuk semua responden). b) Frase (kalimat pendek dan
sederhana, hindari perrnyataan negatif jika memungkinkan, tanyakan dengan tepat
pertanyaan, sesuai dengan tingkat pengetahuan responden) c) Pertanyaan
sensitif: hindari pertanyaan yang mungkin memalukan bagi responden. d)
Pertanyaan hipotetis harus dihindari jika memungkinkan.
4.
Menguji coba kuesioner Uji coba kuesioner dimaksudkan sebagai
pra-tes kuesioner, sehingga peneliti dapat mengetahui kendala atau kekurangan
pada kuesioner yang telah dibuatnya sehingga masalah tersebut dapat
diantisipasi lebih awal. Selama uji coba kuseioner, peserta kuesioner harus
dipilih secara acak dari populasi penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar