Minggu, 26 September 2021

Metode Penelitian Kuantitatif Kel. 6 Pengumpulan Data

Hidayatullah Hana Putra

210321868030

PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik untuk untuk selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dalam rangka menjelaskan suatu fenomena. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa metode pengumpulan data terdiri dari berbagai macam bentuk, di mana setiap metode tersebut membutuhkan instrumen sebagai alat bantu mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan terpenting dalam melakukan suatu penelitian.

Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti dalam menggunakan metode atau pengumpulan data. Pemilihan satu jenis metode atau pengumpulan data kadang[1]kadang dapat memerlukan lebih dari satu jenis instrumen. Sebaliknya satu jenis instrumen dapat digunakan untuk berbagai macam metode.

Pengumpulan Data Melalui Wawancara

Beberapa hal yang dapat membedakan wawancara dengan percakapan sehari-hari antara lain:

1.      Pewawancara dan orang yang diwawancarai biasanya tidak mengetahui sebelumnya.

2.      Responden selalu menjawab pertanyaan.

3.      Pewawancara selalu bertanya.

4.      Pewawancara tidak akan mengarahkan pertanyaan untuk dijawab, tetapi harus selalu netral.

5.      Pertanyaan yang diajukan mengikuti pedoman yang dibuat sebelumnya.

6.      Pertanyaan kunci ini disebut pedoman wawancara. Ketika peneliti ingin melakukan penelitian pendahuluan untuk menemukan masalah yang perlu diselidiki, peneliti menggunakan wawancara untuk mengumpulkan data.

Selain itu, wawancara juga digunakan ketika peneliti ingin mempelajari sesuatu dari orang yang diwawancarai lebih mendalam dan jumlah orang yang diwawancarai sedikit. Untuk melakukan wawancara, asumsi harus atau harus dibuat, yaitu:

1.      Penguji atau orang yang diwawancarai adalah orang yang paling mengenalnya.

2.      Apa yang dikatakan subjek kepada peneliti adalah faktanya.

3.      Interpretasi subjek terhadap pertanyaan yang diajukan peneliti sama dengan maksud peneliti.

Untuk memperoleh hasil yang optimal, wawancara sebaiknya dilakukan 5 dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.      Penentuan Informan

2.      Pedoman Wawancara

3.      Alat Bantu

Pengumpulan Data Melalui Observasi

Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Nawawi dan Martini telah menunjukkan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak pada gejala atau gejala yang tampak pada subjek penelitian. Pengamatan ini dicatat dalam laporan yang dibangun sesuai dengan sistem aturan yang berlaku. Sedangkan menurut Profesor Heru, observasi adalah sejenis penelitian yang dilakukan secara sadar dan sistematis, bertujuan untuk tujuan tertentu, dengan mengamati dan mencatat fenomena yang terjadi pada sekelompok orang, dan mengacu pada syarat dan kaidah ilmiah riset.

Pengamatan memiliki dua prioritas indera, yaitu telinga dan mata. Kedua indra harus sangat sehat. Saat mengamati, mata memiliki keunggulan dibandingkan telinga. Mata ini memiliki kelemahan yang membuatnya mudah lelah. Untuk mengatasi kelemahan biologis tersebut, perlu dilakukan hal-hal

1.      Dengan menggunakan kesempatan yang lebih banyak untuk melihat data-data.

2.      Dengan menggunakan orang lain untuk turut sebagai pengamat (observers).

3.      Dengan mengambil data-data sejenis lebih banyak.

Usaha-usaha untuk mengatasi kelemahan yang bersifat psikologis, yaitu :

1.      Dengan meningkatkan daya penyesuaian (adaptasi).

2.      Dengan membiasakan diri.

3.      Dengan rasa ingin tahu.

4.      Dengan mengurangi prasangka.

5.      Dengan memiliki proyeksi.

 

Pengumpulan Data Melalui Tes

Pengumpulan data melalui tes dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui atau mengukur keterampilan atau kemampuan seorang individu. Tes merupakan seperangkat rangsangan (stimulus) yang dapat berupa instrumen yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar penetapan skor angka. Tes umumnya digunakan pada penelitian kuanitiatif untuk mengukur sikap, persepsi diri, bakat, dan kemampuan seseorang. Tes dapat berupa tes lisan dan tes tertulis (esai, objektif benar salah, uraian, pilihan ganda, dan lain sebagainya). Tes adalah seperangkat rangsangan (stimulus) yang dapat berupa instrumen yang diberikan untuk mengukur sikap, persepsi diri, bakat, dan kemampuan seseorang.

Pengumpulan Data Melalui Kuesioner

Kuesioner sejatinya merupakan instrumen penelitian yang terdiri atas seperangkat atau beberapa pertanyaan maupun petunjuk yang ditujukan kepada individu dalam rangka memperoleh dan mengumpulkan informasi dari individu tersebut (Abawi, 2017). Kuesioner dipandang sebagai instrumen pengumpulan data yang biasanya digunakan peneliti untuk memperoleh informasi sikap, nilai, persepsi, kepribadian, dan perilaku seorang individu. Kuesioner memungkinkan pengumpulan data secara subyektif dan obyektif secara dari populasi penelitian agar diperoleh hasil yang signifikan secara statistik, khususnya ketika sumber daya peneliti bersifat terbatas.

Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendesain dan membuat kuesioner ialah:

1.       Menentukan tujuan penelitian Kuesioner harus memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data secara lengkap dan akurat. Hal ini dimaksudkan agar data yang telah diperoleh tersebut dapat dipercaya. Kuesioner yang dirancang dengan baik harus memenuhi tujuan penelitian serta meminimalkan pertanyaan yang tidak terjawab.

2.       Tentukan target responden dan metode untuk menghubungi mereka.

Peneliti harus mendefinisikan target dengan jelas serta memahami secara menyeluruh studi populasi dari mana dia mengumpulkan data dan informasi. Metode utama untuk menjangkau responden adalah dengan kontak pribadi

3.       Mendesain kuesioner Sebelum menulis kuesioner, peneliti harus memutuskan isi kuesioner. Setiap pertanyaan harus berkontribusi untuk menguji satu atau lebih hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ditetapkan dalam desain penelitian. Pertanyaan bisa berupa pertanyaan format terbuka yang tidak memiliki kumpulan pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya aupun pertanyaan format terutup yang biasanya berbentuk pilihan ganda. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mendesain kuesioner ialah: a) Kejelasan (pertanyaan memiliki arti yang sama untuk semua responden). b) Frase (kalimat pendek dan sederhana, hindari perrnyataan negatif jika memungkinkan, tanyakan dengan tepat pertanyaan, sesuai dengan tingkat pengetahuan responden) c) Pertanyaan sensitif: hindari pertanyaan yang mungkin memalukan bagi responden. d) Pertanyaan hipotetis harus dihindari jika memungkinkan.

4.       Menguji coba kuesioner Uji coba kuesioner dimaksudkan sebagai pra-tes kuesioner, sehingga peneliti dapat mengetahui kendala atau kekurangan pada kuesioner yang telah dibuatnya sehingga masalah tersebut dapat diantisipasi lebih awal. Selama uji coba kuseioner, peserta kuesioner harus dipilih secara acak dari populasi penelitian.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MPK 14 Mancova

  Essai Mancova (Pert. 14 Metpen Kuan) Hidayatullah Hana Putra 210321868030   Analysis of Variance (ANOVA) merupakan metode untuk me...