Senin, 29 November 2021

MPK 13 MANOVA & Non Parametrik yang Relevan

 

ANALISIS VARIAN (MANOVA) DAN NON PARAMETRIK YANG RELEVAN

Hidayatullah Hana Putra

210321868030

 

Penelitian merupakan suatu langkah awal yang dilaksanakan untuk mengetahui apakah suatu data memiliki kriteria tertentu atau dipengaruhi oleh faktor lain dalam perkembangannya. Hill Way dalam bukunya Introduction to Research yang mendefinisikan bahwa penelitian merupakan metode studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang bisa dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk membuat pemecahan masalah tersebut. Dalam melaksanakan penelitian, tentu diperlukan berbagai metode analisis data. Metode analisis data adalah hal yang terpenting dalam sebuah penelitian. Tanpa adanya analisis data, maka kesahihan sebuah penelitian masih diragukan. Dengan adanya analisis data penelitian itu akan menghasilkan hasil penelitian yang akurat. Metode analisis data ditentukan berdasarkan penelitian yang dilakukan. Adapun cabang ilmu yang mempelajari mengenai analisis data adalah statistika.

Multivariate analysis of variance atau lazim disebut sebagai MANOVA dikembangkan sebagai konstruk teoritis oleh S.S Wilks pada tahun 1932. Manova merupakan analisis multivariat yang mana perluasan dari konsep dan teknik univariate analysis of variance (ANOVA) yang digunakan untuk menganalisis perbedaan rata-rata (mean) beberapa kelompok. Perbedaan antara ANOVA dan MANOVA terletak pada jumlah variabel dependennya. ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan rereata atau pengaruh teatment (perlakuan terhadap satu variabel dependen, sedangkan MANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh teatment (perlakuan) terhadap lebih dari satu variabel dependen (Tabachnick, 2007).

MANOVA lazim digunakan dalam dua kondisi utama yaitu pada saat terdapat beberapa variabel dependen yang saling berkorelasi sementara eneliti hanya menginginkan satu tes keseluruhan pada kumpulan variabel ini dibandingkan dengan beberapa kali tes individual dan pada saat peneliti ingin mengetahui bagaimana variabel independen memrngaruhi pola variabel dependennya (Santoso, 2010).

MANOVA dua arah yaitu yang melibatkan du variabel independent. Konsekuensi menerapkan MANOVA dua arah adalah jumlah hipotesis jauh lebih banyak. MANOVA dua arah ini sering disebut dengan MANOVA multifactor. Manova dua arah adalah salah satu uji yag digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan variabel terkiat antara beberapa kelompok yang berbeda.

Uji Prasyarat MANOVA Dua Jalur Sebelum melakukan pengujian MANOVA dua arah terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu sebagai berikut:

a.       Independnsi antar perlakuan Pada penelitian ini, sample diambil secara acak sehingga asumsi ini terpenuhi.

b.      Homogenitas Matriks Varians Kovarians Adapun statistic uji yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam multivariat sperti yang sudah tersaji pada rumus 2.8 Dengan bantuan program SPSS, uji homogenitas matriks varians-kovarians dapat dilakukan dengan Uji Box’s M. Jika nilai sig. > α, maka H0 diterima sehingga dapat disimpulkan matriks varians-kovarians dari i-populasi adalah sama atau homogen. Jika ada variabel yang mengalami heterokedastisitas, dapat dilakukan transformasi data misalnya dengan cara mengubah data kedalam bentuk logaritma atau logaritma natural. Berdasarkan pernyataa ini,berikut adalah output yang dihasilkan dari analisis homogenitas matriks varians kovarians

c.       Variabel terikat berdistribusi normal multivariat pada setiap perlakuan (normalitas)

d.      Data Outlier

 

Tes Kruskal-Wallis H (selanjutnya disingkat kwt) merupakan prosedur Statistik nonparametrik yang sering digunakan untuk membandingkan beberapa populasi (Vargha & Delaney, 1998). Analisis nonparametrik melalui ANAVA dengan uji Kruskal Wallis digunakan ketika dalam analisis parametrik prosedur parametrik (sampel berasal dari distribusi Normal dengan varians yang homogen) tidak terpenuhi atau skala pengukurannya ordinal (Yanti, 2010).

Syarat atau asumsi uji ini adalah:

1.       Variabel independen berskala kategorik lebih dari 2 kategori.

2.       Variabel dependen berskala numeric (interval/rasio) atau skala ordinal.

3.       Independen artinya sampel ditiap kategori harus bebas satu sama lain,yaitu tidak boleh ada sampel yang berada pada 2 kategori atau lebih.

4.       Tiap kategori memiliki variabilitas yang sama, yaitu bentuk kurve histogram atau sebaran data yang sama (Lihat Histogram Variabilitas Sama). Apabila bentuk sebaran data sama, maka uji kruskall wallis dapat digunakan untuk menilai perbedaan Median antar kategori. Sedangkan jikabentuk sebaran tidak sama (Lihat Histogram Variabilitas Tidak Sama), maka uji ini tidak dapat digunakan untuk menilai perbedaan Median, jadi hanya untuk menilai perbedaan peringkat rata-rata.

 

Solusi Asumsi Kruskal Wallis Solusi apabila Asumsi dilanggar adalah:

1.       Apabila kategori hanya ada maka gunakan uji Mann Whitney U Test.

2.       Apabila skala data di tiap variabel tidak sesuai, maka gunakan uji yang sesuai, misalkan skala data variabel independen dan dependenadalah nominal maka gunakan uji Chi-Square.

3.       Apabila Anggota sampel ditiap kategori sama, maka gunakan uji komparatif berpasangan untuk skala ordinal, yaitu uji Friedman Test.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MPK 14 Mancova

  Essai Mancova (Pert. 14 Metpen Kuan) Hidayatullah Hana Putra 210321868030   Analysis of Variance (ANOVA) merupakan metode untuk me...