Minggu, 31 Oktober 2021

 

Metode Penelitian Kuanttatif

Essai Variabel, Statistik Deskriptif, pemilihan dan penafsiran berbagai Statistik Inferential

Hidayatullah Hana Putra (210321868030)

 

Statistik Deskriptif

Statistik Deskriptif mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran objek yang diteliti sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan atau generalisasi. Dalam statistik deskriptif ini dikemukakan cara-cara penyajian data dalam bentuk tabel maupun diagram, penentuan rata-rata (mean), modus, median, rentang serta simpangan baku. Metode statistik digolongkan menjadi dua yaitu Metode Statistik Deskriptif dan Metode Statistik Inferensial.

Berikut adalah ruang lingkup Statistik Deskriptif menurut beberapa ahli. Somantri (2006: 19) berpendapat bahwa di dalam statistik deskriptif membahas cara-cara pengumpulan data, penyederhanaan angka-angka pengamatan yang diperoleh (meringkas dan menyajikan), serta melakukan pengukuran pemusatan dan penyebaran data untuk memperoleh informasi yang lebih menarik, berguna dan mudah dipahami.

 

Jenis-jenis Statistika

Dapat dibedakan/ditinjau dari:

Orientasi Pembahasannya:

ü  Mathematical Statistics atau Statistika Teoretis, berorientasi kepada pemahamanmodel dan teknik statistika secara matematis-teoretis;

ü  Applied Statistics, berorientasi kepada pemahaman intuitif atas konsep dan teknik statistika serta penggunaannya dalam berbagai bidang.

Tahapan atau tujuan analisisnya:

ü  Statistika Deskriptif, untuk memperoleh deskripsi tentang ukuran-ukuran data ditangan (baik sampel-statistik maupun populasi-parameter);

ü  Statistika Inferensial/Indukstif, yakni dari harga statistik digunakan untuk “menaksir” atau menguji hipotesis yang berlaku untuk populasi.

Asumsi distribusi populasi data yang dianalisisnya:

ü  Statistika Parametrik–model distribusi normal,

ü  Statistika Nonparametrik–distribution free statistics.

Jumlah dependent variable yang dianalisisnya:

ü  Statistika Univariat, dan

ü  Statistika Multivariat (dua varaibel terikat atau lebih), berapapun variabel bebasnya.

Bidang/kajian dimana statistika itu digunakan, misalnya “statistika”: pertanian, industri, pendidikan, ekonomi, kependudukan, “biostatistics”.

Statistik Inferensial

Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensikan) untuk populasi tempat sampel diambil (Sugiono, 2015). Adapun Creswell, mengemukakan statistik inferensial sebagai metode analisis data pada sampel yang digunakan untuk menggeneralisasikan suatu populasi (Nisfiannoor, 2009). Berdasarkan pendapat tersebut statistik inferensial biasa digunakan untuk menentukan kesimpulan dari berdasarkan data-data statistik. Sejalan dengan itu Ananda dan Fadhli (2018), menyatakan bahwa statistik inferensial (Inferential Statistics), merupakan statistik yang mempelajari atau mempersiapkan tata cara penarikan kesimpulan mengenai karakteristik populasi, berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh dari sampel penelitian.

Statistik Inferensial, disebut juga statistik induktif atau statistik probabilitas. Adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Disebut statistik probabilitas karena kesimpulan yang diberlakukan untuk populasi berdasarkan data sampel itu kebenarannya bersifat peluang (probability). Suatu kesimpulan dari data sampel yang akan diberlakukan untuk populasi itu mempunyai peluang kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Statistik inferensial, menyelidiki pertanyaan, model dan hipotesis.

Pemilihan Statistik Inferensial

Sebelum masuk ke bagaimana memilih statistik inferensial yang akan digunakan perlu kita pahami terlebih dulu ruang lingkup pembahasan dari statistik inferensial. Menurut Supardi (2013), ruang lingkup mengenai kajian statistik inferensial meliputi: a) Uji persyaratan analisis (uji pelanggaran klasik) seperti uji normalitas, uji homogenitas, uji kelinieran, uji multikolinieritas. b) Uji hipotesis asosiasi seperti uji korelasi, uji regresi, uji analisis jalur dan uji kanonikal. c) Uji hipotesis komparasi, seperti uji t, uji beda dua kelompok data, uji Tucket, analisis varian, analisis kovarian, multivarian analisis varians dan multivariate analisis.

Penafsiran Statistik inferensial

Data hasil analisis statistik inferensial biasanya disajikan dalam bentuk yang lebih mudah untuk dipahami. Data harus disusun secara sistematis, menarik, dan komunikatif. Untuk itu, data dapat disajikan dalam berbagai bentuk, yaitu bentuk tekstual, tabel, maupun grafik.

1)      Metode Tekstual

Penyajian data dalam bentuk tekstual umumnya menjelaskan suatu kejadian yang berkaitan dengan faktor: What (apa), Where (dimana), When (dimana), dan Who (siapa). Disini data diberi penjelasan teks agar lebih komunikatif dan menarik.

2)      Metode Tabel

Penyajian data dalam bentuk tabel lebih praktis dibandingkan dalam bentuk teks. Tabel terdiri dari baris dan kolom berisi data.

3)      Metode Grafik

Data statistik dapat ditampilkan dalam bentuk grafik. Dengan bantuan grafik, perangkat data yang besar dan kompleks dapat disajikan secara menarik dalam tampilan sederhana dan praktis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MPK 14 Mancova

  Essai Mancova (Pert. 14 Metpen Kuan) Hidayatullah Hana Putra 210321868030   Analysis of Variance (ANOVA) merupakan metode untuk me...