Metode Penelitian Kuanttatif
Essai Variabel, Statistik Deskriptif, pemilihan dan penafsiran
berbagai Statistik Inferential
Hidayatullah Hana Putra (210321868030)
Statistik Deskriptif
Statistik Deskriptif mempunyai
tujuan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran objek yang diteliti
sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan atau generalisasi. Dalam statistik
deskriptif ini dikemukakan cara-cara penyajian data dalam bentuk tabel maupun
diagram, penentuan rata-rata (mean), modus, median, rentang serta simpangan
baku. Metode statistik digolongkan menjadi dua yaitu Metode Statistik
Deskriptif dan Metode Statistik Inferensial.
Berikut adalah ruang lingkup
Statistik Deskriptif menurut beberapa ahli. Somantri (2006: 19) berpendapat
bahwa di dalam statistik deskriptif membahas cara-cara pengumpulan data,
penyederhanaan angka-angka pengamatan yang diperoleh (meringkas dan
menyajikan), serta melakukan pengukuran pemusatan dan penyebaran data untuk
memperoleh informasi yang lebih menarik, berguna dan mudah dipahami.
Jenis-jenis Statistika
Dapat dibedakan/ditinjau dari:
Orientasi Pembahasannya:
ü
Mathematical Statistics atau Statistika Teoretis, berorientasi
kepada pemahamanmodel dan teknik statistika secara matematis-teoretis;
ü
Applied Statistics, berorientasi kepada pemahaman intuitif atas
konsep dan teknik statistika serta penggunaannya dalam berbagai bidang.
Tahapan atau tujuan analisisnya:
ü
Statistika Deskriptif, untuk memperoleh deskripsi tentang
ukuran-ukuran data ditangan (baik sampel-statistik maupun populasi-parameter);
ü
Statistika Inferensial/Indukstif, yakni dari harga statistik
digunakan untuk “menaksir” atau menguji hipotesis yang berlaku untuk populasi.
Asumsi distribusi populasi data yang dianalisisnya:
ü
Statistika Parametrik–model distribusi normal,
ü
Statistika Nonparametrik–distribution free statistics.
Jumlah dependent variable yang dianalisisnya:
ü
Statistika Univariat, dan
ü
Statistika Multivariat (dua varaibel terikat atau lebih), berapapun
variabel bebasnya.
Bidang/kajian dimana statistika itu digunakan, misalnya
“statistika”: pertanian, industri, pendidikan, ekonomi, kependudukan,
“biostatistics”.
Statistik Inferensial
Statistik inferensial adalah
statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan
digeneralisasikan (diinferensikan) untuk populasi tempat sampel diambil
(Sugiono, 2015). Adapun Creswell, mengemukakan statistik inferensial sebagai
metode analisis data pada sampel yang digunakan untuk menggeneralisasikan suatu
populasi (Nisfiannoor, 2009). Berdasarkan pendapat tersebut statistik
inferensial biasa digunakan untuk menentukan kesimpulan dari berdasarkan
data-data statistik. Sejalan dengan itu Ananda dan Fadhli (2018), menyatakan
bahwa statistik inferensial (Inferential Statistics), merupakan statistik yang
mempelajari atau mempersiapkan tata cara penarikan kesimpulan mengenai
karakteristik populasi, berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh dari sampel
penelitian.
Statistik Inferensial, disebut juga
statistik induktif atau statistik probabilitas. Adalah teknik statistik yang
digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk
populasi. Disebut statistik probabilitas karena kesimpulan yang diberlakukan
untuk populasi berdasarkan data sampel itu kebenarannya bersifat peluang
(probability). Suatu kesimpulan dari data sampel yang akan diberlakukan untuk
populasi itu mempunyai peluang kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) yang
dinyatakan dalam bentuk persentase. Statistik inferensial, menyelidiki
pertanyaan, model dan hipotesis.
Pemilihan Statistik Inferensial
Sebelum masuk ke bagaimana memilih
statistik inferensial yang akan digunakan perlu kita pahami terlebih dulu ruang
lingkup pembahasan dari statistik inferensial. Menurut Supardi (2013), ruang
lingkup mengenai kajian statistik inferensial meliputi: a) Uji persyaratan
analisis (uji pelanggaran klasik) seperti uji normalitas, uji homogenitas, uji
kelinieran, uji multikolinieritas. b) Uji hipotesis asosiasi seperti uji
korelasi, uji regresi, uji analisis jalur dan uji kanonikal. c) Uji hipotesis
komparasi, seperti uji t, uji beda dua kelompok data, uji Tucket, analisis varian,
analisis kovarian, multivarian analisis varians dan multivariate analisis.
Penafsiran Statistik inferensial
Data hasil analisis statistik
inferensial biasanya disajikan dalam bentuk yang lebih mudah untuk dipahami.
Data harus disusun secara sistematis, menarik, dan komunikatif. Untuk itu, data
dapat disajikan dalam berbagai bentuk, yaitu bentuk tekstual, tabel, maupun
grafik.
1)
Metode Tekstual
Penyajian
data dalam bentuk tekstual umumnya menjelaskan suatu kejadian yang berkaitan
dengan faktor: What (apa), Where (dimana), When (dimana), dan Who (siapa).
Disini data diberi penjelasan teks agar lebih komunikatif dan menarik.
2)
Metode Tabel
Penyajian
data dalam bentuk tabel lebih praktis dibandingkan dalam bentuk teks. Tabel
terdiri dari baris dan kolom berisi data.
3)
Metode Grafik
Data statistik
dapat ditampilkan dalam bentuk grafik. Dengan bantuan grafik, perangkat data
yang besar dan kompleks dapat disajikan secara menarik dalam tampilan sederhana
dan praktis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar